Review Along With The Gods (The Two Worlds)


Hi semuanya..
Baru ngeh neh mau review film keren satu ini, meski udah lama banget tayang di bioskop sekitar akhir 2017-an tapi sayang seh kalau nggak aku tulis. Ini pun karena permintaan dari beberapa teman yang suka baca review di blog ini.

Aseli dulu pas nonton rasanya tuh campur aduk dan sueneng banget, cerita film ini beneran keren. Kasih bintang tujuh buat penulis, sutrada dan produsernya, Kim Yong Hwa.

Film ini diadaptasi dari komik web karya Joo Ho Min. Meski begitu banyak banget yang suka sama live action-nya. Aku pun terkagum-kagum saat nonton kurang lebih dua jam menikmati setiap alur dan adegan ceritanya. Meski bergenre fantasi drama, film satu ini wajib kalian tonton. Pokoknya wajib!

"Wow, dapat ide dari mana neh penulisnya", sepuluh menit berjalan, otakku terus aja mikir, aduh keren banget seh.

Film ini menjadi salah satu film terlaris sepanjang perfilman Korea Selatan dan menghabiskan budget yang hmmm... tapi juga mendapatkan penghasilan yang buanyak, loh! Impaslah yah. 1,03 triliun dan ditonton oleh 9 juta penonton dalam waktu hanya 13 hari. 
Daeebak! 
Dan endingnya di gadang-gadang telah ditonton 14 juta penonton. 
Wow!

Yah udah yuk intip siapa aja seh pemeran dalam film ini.
Cha Tae Hyun
Awal aku kenal sama aktor ini saat maen bareng di film My Girls And I barengan sama Song Hye Kyo (uda lama banget, setahun setelah Prince Hours). Masih muda seh di film itu. Dan doi juga uda banyak akting di beberapa film dan drama Korea. Aktingnya memang bagus.

Berperan sebagai Kim Ja Hong


Kim Ja Hong merupakan tokoh sentra, semua pusat cerita ada padanya. Sebagai pemadam kebakaran yang gila kerja demi uang untuk ibu dan adiknya.

Ju Ji Hoon
Pasti pada kenal dong sama aktor gaek satu ini, setelah comeback-nya ke dunia akting setelah beberapa tahun yang lalu terkena skandal dan menghilang, doi akhirnya bisa balik lagi dan membuktikan kalau doi masih oke loh berakting, Yes! Si Pangeran Shin dalam drakor Prince Hours (kalau tahu berarti kita seangkatan hehehe). 

Berperan sebagai Hee Won Mek 
Hee Won Mak adalah salah satu Malaikat yang akan mendampingi Kim Ja Hong selama menempuh perjalanan peradilan di afterlife. Karakternya agak slengean tapi jago main pedang meski kadang suka bikin jengkel sama mulutnya, yang asal jeplak.

Ha Jung Wo
Kalau yang satu ini aku tahunya di film Come Rain, Come Shine, doi cuma jadi cameo di film yang dibintangin sama Hyun Bin Oppa. Dan setelah sekian lama juga doi maen film lagi.


Gang Rim, Kapten Malaikat
Sebagai kapten dari Malaikat Pendamping Kim Ja Hong, Gang Rim harus bisa melindungi dia yang disebut Manusia Mulia. Karakternya tegas meski kadang sering bersikap aneh dan doyan makan.



Kim Hyang Gi
Pemeran Chon-Jie dalam film Thread Of Lies ini sudah sering kali muncul ditelevisi dan bioskop. Lulusan akting dan film saat kuliah membuat gadis cantik yang masih muda ini patut diancungin jempol untuk setiap aktingnya apalagi didapuk untuk maen bareng oppa-oppa ganteng.



Berperan sebagai Dukchun dalam film ini, Hyanggi memang pantas seh bakal calon artis keren di masa depan. Sebagai malaikat termuda, Dukchun meski nggak bisa berkelahi dia memiliki sisi kepintaran dalam menenangkan perasaan orang terutama meyakinkan para Raja Neraka


Yee So Jung (Sebagai Ibunya Ja Hong)
Kim Dong Wook (Berperan Sebagai Adik Ja Hong)


Cerita dimulai saat terjadi kebakaran sebuah gedung dan Kim Ja Hong bertugas sebagai anggota pemadam kebakaran yang membantu mengevakuasi korban. Dan ternyata salah Ja Hong menjadi salah satu korban saat hendak menyelamatkan seorang anak perempuan dari atas gedung. Di hari itu dia bertemu dengan dua sosok yang mengaku sebagai malaikat dari dunia setelah kematian, Hee Won Mak dan Dukchun.

Ha Jong sangat terkejut dan terpukul mendapati bahwa dirinya telah meninggal dunia sementara dia belum sempat bertemu dengan ibunya, dia histeris dan nggak terima. Di lain sisi kedua malaikat yang mengaku sebagai pendamping Ja Hong terus meyakinkan dirinya bahwa mereka akan menemani Ja Hong selama perjalanan ke dunia setelah kematian.


Mereka menjelaskan bahwa Ja Hong adalah salah satu manusia mulia yang harus mereka jaga selama perhitungan amal kebaikan atau menuju istanah neraka. Ada tujuh istanah neraka yang harus dilalaui Ja Hang dan mereka berdua yang akan membantu Ja Hong selama persidangan. 

Oh yah sebenarnya ada satu lagi, si kapten malaikat bernama Gang Rim, yang saat itu dia tengah menghadiri permakaman Ja Hong, walau sebenarnya menurut Hee Mon Wak, kaptennya hanya ingin menikmati hidangan kematian saja, karena dia doyan makan kwkwkw..

Tiga malaikat penjaga tersebut sebenarnya adalah arwah-arwah yang sudah lama tinggal di akherat dan mendapatkan tugas untuk mencari arwah-arwah yang akan bereinkernasi, Kim Ja Hong adalah arwah ke 48, mereka harus mendampingi 49 arwah agar mereka pun bisa bereinkarnasi. Jika mereka berhasil, mereka akan bereinkarnasi sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Dan aku suka sama kalimatnya si Won Mak,


"Kelak kalau aku reinkarnasi kembali, aku mau jadi anak CEO Korea saja"

Hahaha.. yakin bikin ngakak, you know-lah yah yang suka nonton drakor, betapa kehidupan anak CEO di Korea itu endah banget pokoknya.


Ja-hong pada akhirnya pun mau nggak mau harus mengikuti prosedur yang ada di dunia setelah kematian dengan mendatangi tujuh neraka dan mencoba ngeyakinin dewa bahwa dia bisa kembali lagi hidup. Namun, setiap neraka yang dia datangin memiliki tuntutan kejahatan-kejahatan yang dia lakuin selama di dunia yang menghambatnya bereinkarnasi. 


Jadi ada tujuh neraka yang harus mereka lalui agar Ja Hong bisa kembali bereinkarnasi dan bertemu kembali dengan ibunya, meski awalnya Ja Hong menolak, tapi akhirnya dia mau mengikuti semua prosedur yang malaikat sampaikan, karena alasan ibunya. Tapi bukan berarti perjalanan mereka berjalan lancar dan mulus justru banyak masalah yang dilakukan oleh Ja Hong saat di dunia.

Tujuh Kebaikan yang harus Ja Hong lalui untuk disidang di pengadilan neraka adalah...


1. Neraka Pembunuhan
Di mana neraka ini menuntut arwah ketika masih hidup di dunia, apakah dia pernah membunuh orang atau tidak baik disengaja maupun tidak. Jika terbukti pernah membunuh, maka dia akan dihukum sesuai peraturan neraka pembunuhan.



Dan ternyata Ja Hong belum bisa lolos hukuman dikarenakan menjadi penyabab kematian teman atau sahabatnya saat kebakaran gedung. Tiga malaikat mati-matian membela Ja Hong agar dia bebas dari tuntutan dengan memberikan bukti dengan cermin masa lalu, bahwa ada alasan mengapa temannya meninggal dunia tak lain bukan karena kesengajaannya. Akhirnya mereka pun memenangkan persidangan pertama.


2. Neraka Kemalasan (Menyia-nyiakan Waktu).
Nah neraka ini menuntut Ja Hong karena pernah bermalas-malasan sehingga merugikan orang lain dan membuat semuanya menjadi berantakan. Raja neraka marah akan sikap Ja Haong, jaksa menuntut mencoba meyakinkan Raja agar Ja Hong segera dituntut. Tapi tiga malaikat pendampingnya tidak membiarkan itu terjadi, mereka mencoba membela dengan mengatakan Ja Hong melakukan hal seperti itu dikarenakan banyak pekerjaan yang dia ambil sehingga kelelahan dan lalai untuk pekerjaan lainnya dan pada akhirnya semua berjalan lancar. Ja Hong lolos hukuman di neraka kedua. Semuanya menarik nafas lega, kedua jaksa merasa kesal dengan Gang Rim.




3. Neraka Kebohongan
Ja Hong dituntut karena telah melakukan kebohongan dengan menulis surat ke seorang anak putri dari sahabatnya yang sudah meninggal dunia, dia seakan-akan menjadi ayahnya. Karena kebohongan itulah Raja kesal, ada 89 surat kebohongan yang dia kirimkan.


Lagi-lagi kata Man Wok, "Ah, kenapa enggak 100 aja seh suratnya.." celetukan doi selalu bikin ngakak.


Dukchun dan Gang Rim memberikan pembelaan, bahwa Ja Hong menulis surat itu semua agar putri sahabatnya tetap semangat menjalankan kehidupan untuk masa depannya. Mereka memutar cermin cerita bagaimana akhirnya gadis kecil itu bisa bertahan hidup, meski dia tahu bahwa yang menulis surat bukanlah ayahnya dan dia sangat berterima kasih dengan Ja Hong karena selalu menyemangatinya.


Nah jangan bohong yah... hmmm.. ini namanya bohong demi kebaikan, diperbolehkan.


4. Ketidak-adilan
Dalam perjalanan mereka diserang oleh arwah gentayangan dalam artian jika arwah mulia sedang dalam proses perjalanan selama persidangan ada gangguan itu berarti ada salah satu keluarga yang tidak suka atau masih menyimpan dendam jadilah mereka nggak lancar perjalanannya untuk Ja Hong.



Akhirnya Gang Rim ke dunia untuk mencari tahu penyebab yang menimpa mereka selama proses perjalanan ke neraka berikutnya.

5. Pengkhianatan

Perjalanan Ja Hong tertunda dikarenakan adanya arwah gentayangan. Setelah diselidiki oleh sang kapten, ternyata adik Ja Hong telah meninggal dan arwahnya gentayangan belum menerima kematianya diri sendiri, kematian adik Ja Hong dikarenakan tertembak oleh rekan tugasnya di militer dan sebenarnya dia belum meninggal saat tubuhnya dikubur oleh atasannya. Oleh sebab itu Ja Hong mendapat serangan saat mengalami perjalanan ke persidangan dunia setelah kehidupannya.


6. Kekerasan
Ternyata Gang Rim pada akhirnya menemukan masalah dari semua yang dialami Ja Hong selama di akherat, adik Ja Hong meninggal dunia yang kenyataannya tertembak oleh rekan sesama tentara tanpa sengaja, akan tetapi karena atasannya ingin dipromosikan mayat adik Ja Hong dikubur hidup-hidup, itu mengapa adik Ja Hong dendam dan menjadi arwah yang tidak diterima oleh akherat.





7. Kekeluargaan
Ini merupakan adegan terakhir saat Ja Hong harus melewati persidangan neraka perihal kekeluargaan, maksudnya mereka menuntut hukuman atas dasar apa yang pernah dilakukannya saat dia masih hidup terhadap adik dan ibunya. 

Jaksa menuntut atas kesalahan Ja Hong ketika memukuli adik dan berniat membunuh ibunya saat dia masih anak-anak.

Dewa neraka murka atas semua tuntutan yang dibacakan oleh jaksa, akan tetapi lagi-lagi Gang Rim menjelaskan dan memberikan alasan mengapa Ja Hong melakukan hal seperti itu dikarenakan saat itu dia masih begitu muda dan putus asa atas apa yang mereka alami. Setelah Ja Hong sadar atas apa yang dia lakukan, dia akhirnya melarikan diri dan tidak pernah kembali, akan tetapi dia tetap mengirimkan uang hasil kerja kerasnya untuk adik dan ibunya.


Adegan ini bikin baper, beneran! jadi keingat kejadian sama keluarga baik kakak, adik dan ortu.

Pokoknya nonton film ini bikin ingat dosa yang udah pernah diperbuat.



Ibu dan Adik Ja Hong bertemu di alam mimpi.



Endingnya, mendingan nonton aja yah, aku tuh nggak suka bikin spoiler.
Nah film ini masih ada sesion 2-nya kok.
Next lanjut ya gimana kisah sang adik setelah berhasil menyelamatkan Ja Hong dari hukuman neraka kekeluargaan.

"Sebaik apapun kamu, pasti ada kekurangannya, manusia nggak ada yang sempurna."





Wassalam,
~Ratna Fa


Baca Juga :


2 comments

  1. Ka, saya jarang nonton, tapi review kakak tuh super duper bikin penasaran. Baiklah coba saya cari video resminya.

    ReplyDelete
  2. Ini karena nggak ada bahan tulisan jadilah ngisi blog biar gak hiatus 😀
    nulisnya aja sambil leyeh2 di tempat tidur pakai hape hehehe

    ReplyDelete

Jangan lupa komentarnya Kakak. Terima kasih sudah memberikan komentar baiknya.