Museum Kebangkitan Bangsa, Menelusuri Jejak Kemerdekaan



Museum Kebangkitan Nasional, Museuma di Jakarta

Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela Negara kita

***

Masih teringat jelas saat duduk dibangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, setiap kali ada ujian seni suara untuk penilaian entah ujian semester atau ujian akhir nasional, aku selalu menyanyikan lagu tersebut. Bukan tanpa alasan aku selalu membawakannya, lagu itu tidak membutuhkan nada yang rumit dan  cukup dinyanyikan dengan suara keras tanpa harus memikirkan tinggi rendahnya nada, karena aku buta nada. Dan lagu tersebut pada akhirnya seperti teman yang selalu setia setiap saat menjelang ujian.

Gimana dengan teman-teman, lagu nasional apa yang selalu menemani kalian saat masih sekolah dulu? 

Nah, sebentar lagi kita akan merayakan hari ulang tahun yang sangat bersejarah untuk negeri tercinta kita, Indonesia. Di setiap tahunnya sudah sangat pasti berbagai macam kegiatan selalu diadakan, baik dari tingkat sekolah, perguruan tinggi, dan pemerintahan hingga tingkat rukun tetangga (RT). 

Acaranya beragam, mulai festival kesenian, perlombaan dan sekedar perayaan makan bersama, yang pasti ruh nasional dan kebanggaan atas mengenangnya jerih payah para pahlawan yang telah membela negeri ini dari penjajahan sangat membekas dalam hati sanubari setiap bangsa Indonesia. Bahkan banyak juga yang mengadakan upacara pengibaran bendera di atas gunung. Keren kan!

Perayaan tujuh belasan selalu menjadi momen terpenting di setiap invidu tentunya, tak terkecuali aku. Untuk sekedar penggingat bagaimana para pahlawan berjuang membela negeri ini dengan segenap darah dan jiwanya yang telah mereka korbankan, pada hari sabtu kemarin, aku sempat bermain ke sebuah museum yang ada di kawasan Pasar Senen, Jakarta, tepatnya di Jl. Abdul Rachman Saleh No. 25  4 5, RT.4/RW.5, Senen, Kec.Senen, Jakarta Pusat 10410. Museum ini buka Setiap hari dari Senin hingga Minggu tepat pukul delapan pagi sampai jam empat sore, gratis. Lokasinya tidak jauh dari Pasar Senen, sebelum RSPAD Gatot Subroto.

Yuk Mengenal Terlebih Dahulu Museum Kebangkitan Nasional

Museum ini adalah sebuah gedung yang dibangun sebagai monument tempat lahir dan berkembangnya kesadaran nasional dan juga ditemukannya organisasi pergerakan modern Boedi Uetomo. Sebelum menjadi museum bangunan ini adalah sekolah kedokteran yang didirikan oleh Belanda dengan nama School tot Opleiding van Inlandshe Artsen  (STOVIA) atau Sekolah Dokter Bumiputra.

Sekolah Dokter Bumiputra adalah sekolah dokter didirikan pada tahun 1851, Sekolah Dokter Jawa nama sebelumnya berlokasi di Rumah Sakit Militer Weltevreeden (Sekarang RSPAD Gatot Subroto). Setelah itu aktifitas sekolah dipindahkan ke rumah sakit militer atas prakarsa H.F Rool, sang direktur pada tanggal 1 Maret 1902. Karena perkembangannya pesat sekolah ini berpindah lokasi ke Salemba sekarang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Bangunan sebelumnya digunakan sebagai tempat pendidikan MULO, setingkat SMP, AMS dan SMA.

Ketika Jepang mulai masuk pada tahun 1942-1954, gedung pertama dialihfungsikan sebagai tahanan pasukan Belanda yang melawan Jepang. Dan pada masa kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1973 gedung tersebut dihuni oleh keluarga tentara Belanda dan orang Ambon.

Gedung tersebut memiliki banyak sekali sejarahnya, berkaitan dengan kelahiran Boedi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908, pada tahun 1948 ditetapkan sebagai hari Kebangkitan Nasional. Dan karena gedung ini merupakan saksi sejarah lahirnya berbagai macam organisasi-organisasi pergerakan kebangsaan seperti, Boedi Utomo, Trikoro Dharmo (Jong Java), Jong Minahasa, dan Jong Ambon. Serta di gedung ini pula lahir seorang took pergerakan seperti Ki Hadjar Dewantara, Tjipto Mangoenkoesoemo dan R.Sutomo yang pernah menimba ilmu di sana.

Pada tahun 1973 Pemerintah Provinsi DKI Jakarat melakukan pemugaran gedung tersebut, dan pada tanggal 20 Mei 1974 bersama dengan Presiden Soeharto, diresmikanlah menjadi Gedung Kebangkitan Nasional. Dan tepat pada tanggal 7 Februari 1984 diresmikan menjadi Museum Kebangkitan Nasional. Ada empat buah museum, Museum Budi Utomo, Museum Wanita, Museum Pers dan Museum Kesehatan, sedangkan keluarga Ambon yang tinggal di gedung tersebut dipindahkan ke daerah Cengkareng Jakarta Barat.

Panjang yah sejarahnya Museum ini.

Asyiknya bermain ke museum itu selalu mengingatkan kita sebuah peristiwa sejarah yang membuat kita terkagum-kagum oleh perjuangan para pahlawan lalu setelahnya berpikir, apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa?

Nggak perlu terlalu susah memikirkannya khan…
Bangga menjadi bangsa Indonesia dengan terus belajar dan berbuat yang terbaik untuk diri sendiri dan sekitar serta selalu menjaga toleransi antar umat untuk bangsa, bukankah salah satu hal yang selalu diharapkan para pahlawan untuk generasi anak bangsa Indonesia. Atau salah satunya dengan mencintai sejarah bangsa sendiri, bermain ke museum, ini juga bisa dijadikan salah satu bahwa kita bangga menjadi bangsa Indonesia, iya khan!

Oke, berikut beberapa hasil jepretan saat aku bermain ke Museum Kebangkitan Nasional. 
Gedung ini nggak terlalu luas, dari pintu masuk bisa memulainya dari arah kanan atau kiri, aku lebih memilih dari kanan, untuk berkeliling.

Depan Halaman Museum

Museum Kebangkitan Nasional, Museum di Jakarta



Museum Wanita

Belajar Ha Na Ca Ra Ka

Suka sekali dengan tulisan ini

Selain terdapat ruang-ruang yang berupa kelas karena memang sebelumnya gedung ini adalah sekolahan, terdapat salah satu kelas yang di jadikan Kafe, jadi jangan khawatir kalau bermain ke sini nggak akan kelaparan. Ruangannya sederhana tapi tetap berbau masa lalu, terkadang ada juga pemain musiknya, menurut pengelola Kafe menjelaskan. Sambil jajan bisa photo-photo terlebih dahulu.

Kafe Stovia

Tersedia Panggung Mini di Kafe Stovia

Setelah Kafe masih ada beberapa ruangan yang masih bisa kita kunjungi selanjutnya. Ada salah satu ruangan kelas terdapat beberapa patung anatomi manusia, menceritakan ruangan yang dulunya digunakan untuk rumah sakit, tapi nggak aku photo dan hanya melihat sekilas dari luar ruangan karena.. nggak berani aja hehe..
Museum Pers

Salah satu ruangan di Museum Kesehatan
Pelajar Stovia

Yang pasti bermain ke Museum Kebangkitan Nasional membuat kita memahami banyak hal tentang sejarah dan serunya juga bermain dengan keluarga atau teman ke tempat ini. Karena lokasinya nggak terlalu luas, hanya membutuhkan satu jam untuk berkeliling. Jadi bangunan ini berbentuk segi empat, ketika berkeliling melewati setiap ruang dan lorong maka terakhir kita akan kembali lagi ke pintu masuk semula.

Oh yah, selain itu ada juga loh ruangan untuk pertemuan semisal mengadakan kegiatan workshop atau sejenisnya, lokasinya berada tepat ditengah-tengah dikelilingi oleh gedung museum.
Ruangannya cukup besar dan ada air conditionernya pula.

Gedung Pertemuan

So.. main yuk ke museum.
Bermain seru sambil belajar sejarah.

Bermain Seru ke Museum Yuk!



Baca Juga :


Komentar

  1. Yes... kakak secara nyata, lewat tulisan turut merayakan kemerdekaan Indonesia tercinta dengan mengajak pembacanya ikut menyusuri suatu museum yang berperan dalam jejak menuju Indonesia merdeka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku suka tujuh belasan jalan ke tempat bersejarah sambil liat upacara πŸ˜€

      Hapus
  2. Wah... Bacanya jadi pengen ikutan main-main ke museum. Aku terakhir kapan ya ke museum, pas anak2 masih kecil kayaknya. Sekarang mereka udh SMA. Ahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya hayuk Mba Deasy maen ke Museum lagi. Bermain sambil belajar sejarah bangsa πŸ˜‰

      Hapus
  3. Faedah sekali kak artikelnya. Aku belum pernah ke Museum Kebangkitan Bangsa. Jadi tahu sejarahnya. Thanks kak sudah sharing

    BalasHapus
  4. Daku pernah datang je museum kebangkitan bangsa, pas kebetulan ada event blogger di sana, jadilah menelusuri dengan asik di sana

    BalasHapus
  5. Aku terakhir ke museum beberapa bulan lalu yaitu musem sumpah pemuda itupun karena antarin keponakan tugas sekolah, membaca postingan ini jadi pingin jalan2 ke museum lagi deh😍

    BalasHapus
  6. Udah lama banget ngga main ke museum, liat mbanya jadi pengen juga kesana sambil mengenang masa masa sejarah dulu.

    BalasHapus

Posting Komentar

Jangan lupa komentarnya Kakak.

Post Populer

Review Novel Yang Tercinta

Review Novel Pudar

Nonton Film, Antara Hobby dan Kebahagiaan.