Sherlock Holmes


Akhirnya bisa menyeleseikan film ini juga setelah beberapa minggu tersendat waktu yang tak kunjung berkompromi.

Dari sekian banyak versi film Sherlock Holmes dan pemerannya saya jatuh cinta dengan tokoh satu ini, yups Benedict Camberbatch. Action cowok London yang melekat pada dirinya. Meski sudah tidak tergolong muda lagi, well dua jempol deh untuk semua usaha kerja kerasnya selama shooting film seriesnya.

Awalnya aku enggak terlalu suka sekali dengan para pemeran Sherlock Holmes sebelumnya, meski aku mengagumi sosok karakter dalam cerita novel. Karena aku selalu berpikir Sherlock itu sosok laki-laki jenius, aneh dan unik.
Pokoknya dari semua tokoh yang meranin aku suka sama Benedict, titik.
Hehehehe..

Penasaran seperti apa film dan aktinya silahkan nonton sendiri yah. ^^
Salut juga sama Mark Gatiss sebagai penulis naskah dalam serial ini. Gila! cuma itu yang bisa aku katakan.

Meski di sesion 3 agak sedikit mengecewakan tapi  pada episode selanjutnya *geleng-geleng kepala* sampai akhir cerita.

Ooohhh... betapa Shelock berubah menjadi sosok yang manis pada saat pernikahan sahabatnya Dr.Watson meski sifat sombongnya ngeselin.
Persahabatan yang bikin iri hati hmmm...


Setelahnya aku berpikir, film ini mengajarkan kita banyak hal.
- Bagaimana cara mencintai sahabat, teman dan orang-orang terdekat.
- Sepintar apapun dirimu, sejenius apapun kamu selalu butuh orang lain dalam hidupmu.
- Dan, tidak akan merubah dirimu dengan hanya mengatakan "Aku sayang kamu" kepada orang yang kau sayangi semisal sahabat dekatmu.

Sampai ketemu lagi Sherlock Holmes a.k.a Benedict Camberbatch di serial selanjutnya atau film-film lainnya.







No comments

Jangan lupa komentarnya Kakak. Terima kasih sudah memberikan komentar baiknya.