Review Novel Pudar




Wah udah lama sekali neh gak nulis resensi novel. Karena lagi gandrung nulis  dan kebetulan lappy nya sementara di pinjem someone untuk suatu hal yang sangat penting, jadilah ngeblog via handphone meski kudu ngriyip ngriyip ngetiknya soalnya handphonenya cimot bingits.

Nah, pas kebetulan beresin buku di lemari nemu satu novel ini. Pas ngebuka lagi *tersenyum* trus berpikir deh, "Nulis resensinya ah!" balik badan ambil handphone.
Okeh deh langsung aja yah guys..

Ini novel perdana salah satu sahabatku, Anif Khasanah, terbitan Gagas Media akhir tahun 2012.
Sekuat tenaga.. kau berjuang dan bertahan.
Tak bosan bosannya kau mengeja harap dan doa, demi kebersamaan kita berdua.
Ego membuat tujuan hidupmu berjalan di tempat.
Kesabaranmu yang tak habis-habis itu membuatku terisak.
Hentikan, berhentilah melakukannya.
Berhentilah menatapku penuh sayang.
Lihat luka dan lelah ditubuhmu, buat apa berperang kalau tahu akhirnya akan kalah?
Mungkin memang harus begini jadinya.
Mungkin memang tak seharusnya kita bersama.
Duniaenyumpahi bahagia kita, tak bisakah kau melihatnya sebagai pertanda?
Kumohon, duduklah disini sejenak.
Lihatlah aku dan semua yang terjadi di sekelilingmu.
Apa kau tak lelah? Kenapa kau masih menolak untuk berkata pisah?

Tuuuhhh.. baguskan kutipan di coverback novelnya.

Kisah ini tentang dua insan beda negara, beda keyakinan dan beda strata.
Hana dan Sung Wo, takdir mempertemukan mereka di negeri Ginseng. Meski satu sama lain memiliki perasaan yang sama namun perbedaanlah yang jadi penghalang.

Sekuat tenaga Hana meyakinkan Sung Wo bahwa diantara mereka berdua terlalu banyak perbedaan dan semua tak akan berjalan dengan baik meski mereka memaksa untuk tetap saling bersama.
Hana tak bisa berdiam diri meski sedemikian rupa ia berusaha menahan perasaannya terhadap Sung Wo tetap saja laki-laki itu selalu saja membuatnya tersipu setiap kali mereka bersama.
Sung Wo tak pernah bisa menghindar dari sosok Hana. Semakin Hana memperlihatkan ketidaksukaan terhadapnya namun Sung Wo tetap saja tak bisa sedetikpun melupakan Hana dalam pikirannya.

"Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu. Seberapa besar usahaku untuk menghindari perasaan ini, aku tetap tak bisa menghindarimu. Tapi, kau juga benar. Kita adalah orang yang berbeda." Sung Wo. (Hal 374)

Ini bagian yang aku suka, ketika Sung Wo mengungkapkan perasaannya kepada Hana ^^
Membaca novel ini pertama kali buka halaman pertama yang ada di kepala udah kebayang wajah tampan Choi Siwon.. (Soalnya si penulis tergila-gila sama Oppa yang satu ntu ^^ )
Untuk sosok Hana masih belum bisa dapet siapa yang pantes meranin tokoh ini, yang ada mikirnya yaaaaahhh.. si penulisnya sendiri. *nyengir*

Buat kalian yang suka sama setting Korea dan ngaku penggemar Bang Siwon wajib baca neh novel yang satu ini.

Tau gak seh.. ssstt.. thanks to-nya ada special buat Bang Siwon loh!
Pas banged buat remaja dan suka dunia KPop serta Korean Freak.
Dapet tanda tangan dari penulisnya juga tuuuhhh *pamer* plus kalimat penyemangat.

#BacaYuuk!
#KapanTerakhirBacaNovel?


Salam,

~ratna_fa


Komentar

Post Populer

Review Novel Yang Tercinta

Nonton Film, Antara Hobby dan Kebahagiaan.