Transportasi Mudah ke Kuala Lumpur





malaysia, kuala lumpur, negeri jiran, traveling, backpacker, trip ke malaysia, jalan-jalan ke kuala lumpur, petronas, menara kembar, coklat malaysia, perdana menteri malaysia, liburan ke malaysia, transportasi murah ke kuala lumpur, trik dan trip ke malaysia, sehari ke malaysia


Anyoeng semuanya..

Kali ini aku mau berbagi cerita pengalaman traveling aku awal tahun 2020.
Ini kedua kalinya aku ke Malaysia, sebelunnya tahun 2016 hanya singgah sehari, kurang puas lah yah.
Nah kalau perjalanan yang sekarang aku menghabiskan waktu kurang lebih lima hari di negeri jiran.
Lama banget seh, biar puas karena destinasinya kita mampir ke Ipoh juga, yeeay.

Berangkat dari rumah biar hemat budget karena sendirian, aku lebih suka naik Bus Damri, yah khan lebih murah dan waktunya sudah terjadwal. Kurang lebih satu jam perjalanan dari rumah yaitu Tangerang Cikupa ke Bandara Soekarno Hatta jadi amanlah yah sampai di Bandara masih cukup waktunya.

Tiba di bandara tepat pukul setengah dua siang, pesawat kali ini adalah Citilink (no cerita detail yah karena enggak ada endors untuk maskapainya hehe), tepatnya di terminal 2F pesawat kami menanti, jadi enggak perlu capek-capek jalan jauh (yang udah pernah naik pesawat via Terminal 3 pasti paham hehe). Yang belum pernah semoga nanti bisa merasakan menjejakkan kaki di bandara terminal 3 Soekarno Hatta yah.

Aku suka memperhatikan raut wajah, jika penuh dengan senyuman pasti mau liburan, jika wajahnya kusut pasti perjalanan dinas yang melelahkan, nah yang satu ini pasti mau kerja lama, diantar sanak keluarga dilepas dengan penuh haru dan kesedihan. Yah seperti itulah.. coba deh sesekali perhatikan.

Tepat pukul dua akhirnya boarding pass, setelah sholat, dan lagi.. aku adalah yang terakhir boarding pass hehe.. ini yah tolong diperhatikan, sebaiknya buat teman-teman kalau berangkat mendingan jauh-jauh waktunya, jangan mepet biar enggak tergesa-gesa kayak yang aku alami. Lari-larian.. akhirnya cepet-cepet deh. 

Jadwal ini tidak sesuai dengan yang dipesan sebelumnya, dari penerbangan pukul 11 siang dirubah menjadi pukul 4 sore, sempet kesel kesel seh  iya khan. bukannya apa.. itinerary yang udah dibuat berantakan di hari pertama.

 Beuh!

 Tapi pada akhirnya aku hanya pasrah karena sudah mengajukan beberapa kali tetap enggak bisa, kenapa dan ada apa? ternyata quotanya sedikit jadi digabung dengan keberangkatan selanjutnya.

Pelit!
Biarin.
Hahahaha..

Sempet ada kejadian yang menjengkelkan di dalam pesawat sebelum take off, jadi di depan tempat duduk sebelah aku tuh ada rombongan satu keluarga, tiga anak, satu balita duanya anak-anak. Ribut sekali dan si Bapaknya itu asyilk sendiri posting-posting di medsos sampai udah ditegur berkali-kali untuk matikan ponsel tetap aja dia asyik. Akhirnya kita nyeletuk deh.. dan si istri negur suaminya. Yah kali update status pesawat lagi take off.. pengen banget deh iih.. hahaha.. kezel khan.

Ingat yah temen-temen kalau kita berada di tempat umum usahakan mengikuti prosedur yang berlaku, hargai orang lain, pahami situasi dan kondisi, kalian boleh up to date tapi ada tempatnya dan ingat keselamatan orang lain. Kecuali menggunakan jet pribadi terserah elo deh!

Ingat jangan main hape dan berswa photo sampai mengganggu tetangga sebelah.

Finally mendarat di Bandara Kuala Lumpur tepat pukul 7 malam waktu Malaysia kalau di Indonesia masih pukul 6 sore, jadi kalau di Malaysia jam nya itu maju satu jam.

Pesawat landing di KLI 1 lalu lanjut naik train untuk ambil bagasi ke KLI 2, sekitar 10 menit, baru deh ke emigrasi buat persetujuan boleh masuk atau enggak.

Ambil bagasi sudah, untungnya bagasi enggak hilang loh.. berdiri ditengah-tengah. Di sini kita diajarkan kejujuran.. bisa aja khan.. orang lain ngambil koper kita yoh enggak ada petugas yang ngeh itu koper milik siapa. Awalnya aku sempet shock.. walah.. padahal dulu enggak gini amat loh.

Padahal tahun 2016 saat aku maen ke Malaysia pun belum seperti ini, alurnya masih satu jalan, yah kalau tiba di KLIA1 langsung aja ambil bagasi lalu ke emigrasi.. ternyata sekarang berubah. Mungkin untuk mengurangi arus penumpang agar tidak menumpuk antrian. 

Koper udah di tangan.. lanjut antrian emigrasi.. lengang.. sepi..


tranportasi mudah ke kuala lumpur, malaysia, vacation, liburan ke malaysia, jalan-jalan ke malaysia, petronas, menara kembar, coklat malaysia



    Suasana bandara KLIA 2 masih sepi penumnpang..


Enggak lama setelah aku masuk dalam antrian.. kurang lebih 7 menit  sudah keluar dari emigrasi dan langsung menuju bus untuk ke hotel. Tepat pukul jam 8 malam lewat 15 menit, sempet bingung juga lihat jam, karena jam tangan enggak berubah sementara jam handphone otomatis mengikuti negara yang kita singgahi. Padahal uda pernah ke sini tapi tetap aja kita pada bingung sama waktunya hehe

Nah.. ini.. wajib kalian pahami untuk ke kota Kuala Lumpur dari bandara ada dua transportasi dengan kereta cepat atau naik bus. Karena hitung-hitungan biaya lebih murah dengan menggunakan bus, maka kami memutuskan sejak awal menggunakan bus. Budgetnya itu berkali-kali lipat, jadi mendingan hemat dengan bus khan, toh kita enggak mengejar waktu dan apapun, menikmati aja setiap perjalanannya.

Dari KLIA 2 harus naik bus bandara ke KLIA 1, bisa juga dengan train (kereta antar bandara) tapi berbayar, jadi pilihan kita yah sudah pasti mendingan naik bus percuma (gratis). Cukup jalan ke luar bandara, nanti ada bus warna pink (bisa tanya ke security kalau misal bingung).
Oh yah, untuk biaya transportasi aku enggak akan share karena pasti akan berubah setiap waktu, teman-teman bisa searching biaya transportasinya yang terupdate semisal ingin melakukan perjalanan serupa.

Naik bus percuma menuju ke KLIA 1 memakan waktu kurang lebih 10 menit, setelah tiba di KLIA 2 masuk ke dalam cari loket bus KL Sentral, tempatnya tepat di sebelah kiri pintu masuk. Antri lalu bayar, dapat tiket, keluar lagi ada di No. 5 (tunggu aja nanti bus nya datang kalau belum ada).

Tiket sudah di tangan lanjut perjalanan dengan bus purple menuju KL Sentral, perjalanan memakan waktu kurang lebih dua jam. Karena sudah malam jadi pemandangan enggak nampak hanya ada begitu banyak pohon kelapa sawit. Dan di dalam bus pun ada group kita bertiga, lima orang remaja laki-laki yang baik banget bantuin koper, beberapa kali jatuh karena sopirnya super ngebut, sementara penumpangnya kosong melompong, di depan satu wanita muda tengah asyik dengan gudgetnya. Aku duduk di bangku belakang. Masih dalam keadaan jetleg, dan satu hal yang ada di benakku, cepat sampai hotel rebahan, mataku udah lelah, semalaman sebelum berangkat sempat ngerjain deadline, mikirnya biar tenang kwkwkw.. 

Alhamdulillah dimudahkan.. macet sebentar saat akan memasuki terminal bus KL Sentral.
Tiba di KL Sentral butuh waktu 10 menit berjalan kaki ke hotel tujuan, jadi lokasi halte bus berada di basement mall KL Sentral, turun dari bus langsung menuju lift naik ke lantai G, di sana ada security, teman-teman bisa tanya arah tujuan mau ke mana. Asyiknya meski jalan agak jauh tapi karena di dalam mall, seneng aja seh..

Kalau kita karena sengaja pilih penginapan yang enggak jauh dari KL Sentral, jalan sebentar keluar dari mall, menggunakan lift turun ke bawah, udah deh pintu hotelnya.. duh seneng banget lokasinya bener-bener strategis buat kita yang suka menggunakan transportasi umum ini sesuatu banget, sesuai ekpektasi. Enggak pakai lama dan harus banyak nanya pula karena memang lokasinya strategis banget. 


Kenapa aku  pilih lokasi di KL Sentral, bukan suka dekat sama mall ya. Tapi.. KL Sentral adalah tempatnya trasnportasi umum untuk ke mana aja keliling Malaysia. Ada Bus, KTM, Rapid Train dll. So.. asyik banget khan.

Kita memang paling suka kalau traveling menggunakan transportasi umum, pertama hemat budget (pasti yah), kedua biar bisa menikmati perjalanan, ketiga bisa berbaur dengan penduduk lokal, keempat.. yah siapa tau aja ketemu pangeran impian.. tsah!

Sampai depan hotel aku langsung masuk ke minimarket yang bersebelahan dengan hotel, cari jajanan dulu buat ngilangin jetleg lalu lanjut chek in, petugasnya semua cowok, ramah bin sopan-sopan (yah namanya juga hotel melayanilah yah tugasnya), eh enggak semua loh ada beberapa hotel pelayanannya juga cuek aja malah terkesan bodo amat, ini mah senyum terus duh jadinya khan aku seneng disambut ramah gituh.

Ok, sekian dulu cerita perjalanannya di hari pertama, next lanjut cerita tentang penginapan dan reviewnya. Karena kaki dan badan udah lelah seharian di perjalanan.

So, buat teman-teman yang mau traveling yang suka menggunakan itinerary, buat jadwal di hari pertama adalah khusus untuk perjalanan saja, karena tidak memungkinkan segala hal tak terduga terjadi, seperti yang aku alami, pesawat delay. Jadi jadwal liburan kalian enggak akan berantakan.
Just info, semoga bermanfaat.


Happy Nice Day.

~Ratna Fa.






















No comments

Jangan lupa komentarnya Kakak. Terima kasih sudah memberikan komentar baiknya.