Sepenggal Kisah Complicated Heart






www.google.com


Sepenggal Kisah Complicated Heart

Sebelumnya, aku mau berbagi tentang tulisan aku yang sudah lama sekali terbit baik online dalam bentuk e-book saat itu ada di aplikasi Wayang dan dicetak dalam bentuk buku oleh salah satu penerbit indie, Kinomedia.
Sayang khan kalau hanya mengendap di laptop tanpa ada yang membaca, karena memang sudah nggak terbit lagi.

Kisahnya masih sekitar perihal dunia Korea. karena memang saat aku menulis naskah ini aku masih bekerja sebagai analis mikrobiologi dan kerjaannya ngendon di laboratorium sebuah perikanan di Jakarta bagian utara dekat samudera, seharian terkadang sendirian di ruangan kaca, mirip aquarium. Kebayang nggak seh halunya.. hehe.. sendirian loh.

Nah aku punya seorang teman cowok yang sedang melanjutkan kuliah S2 nya di Korea. Jadi setiap kali dia bercerita tentang keadaan di sana, aku sering berimajinasi lalu tanpa sadar aku membuat toko-tokoh imajinar dalam bentuk aktor dan aktris Korea (maklum ya namanya juga penyuka drakor).

Temen aku tuh rajin sering telpon via Skipe jaman dulu khan trend ya dan sering banget ngeliatin lokasi-lokasi indah di Korea. Dulu masih belum booming Drakor dan aku nonton masih beli kaset dvd bajakan (jangan di just yah) memang dulu masih susah khan cari video gratisan nggak kayak sekarang.

Udah ah ceritanya.. lanjut ke naskah aku aja yuk.
Aku kenali dulu sama para tokohnya, biar kalian bisa membayangkan mereka saat membaca kisahnya.

www.asianwiki.com
Ini aku buat saat awal menulis naskahnya, dengan alasan setiap aku lagi nulis selalu terbayang sama mereka dan jadi paham karakter serta wajah-wajah tokoh yang aku buat. Masak iyah aku nulis tapi nggak kenal tokoh imajiner aku sendiri.

Lokasi Kampus di dalam naskah yang aku tulis.

Kalau ini gambaran saat si tokoh utama Lee Hye Yoon galau di pinggir pantai hehe (ini dari teman aku nggak tau dia dapat dari mana, saat aku cerita perihal kisah ini, dia mengirimkan gambar ini)

Nah ini naskah awal yang aku kirim ke beberapa penerbit tapi ditolak, aku disuruh revisi, karena aku nggak sempat dan waktunya nggak ada jadilah dicancel sama penerbitnya karena sudah lewat batas, nah di Kinomedia, editornya baik sekali mau ngedit naskahku ini. (belum jadi penulis  sok sibuk banget hehe) Judul awal naskah "Love is Love" lalu aku ubah saat diterima, terinsipirasi dari lagunya Michael Learn To Rock. Saat itu aku ada dinas ke luar kota di mobil telponan sama tim, eh pas dengerin lagu ini, jadilah hihi..

Ini kampus teman aku di Seoul, selalu kirim photo setiap musim lagi bagus dan aku terinspirasi dari photo ini
Lokasi ini juga ada dalam setting naskah aku, yang banyak disukai sama pembaca kala itu.


Cakep khan suasananya, romantis.


Ini penampakannya.
Sejak saat itu namaku berubah disesuaikan dengan bukunya.. ya keren aja gituh! Hehe
dan aku nggak punya satupun buku cetaknya karena setiap ada temen yang maen ke rumah pinjam, terus diminta deh..




***

Aku akan selalu menunggumu, Oppa..

Oppa[1] tak pernah kembali, setelah kepergiannya tanpa sepatah kata kepadaku lima tahun silam. Sepuluh tahun aku bersamanya, dan hanya ia satu-satunya laki-laki yang ada dalam hidupku. Aku tak pernah bisa dekat dengan laki-laki manapun. Hatiku telah menjadi miliknya, walau aku tak pernah tahu apakah ia memiliki perasaan yang sama denganku.

“Kamu harus berjanji, membukanya ketika aku telah pergi.” Oppa memberikan kunci itu padaku. Sebuah kotak kaleng ia tanam di bawah pohon Cheryblossom di taman sehari sebelum kepergiannya. Sejak saat itu aku tak pernah lagi bertemu dengannya
.
Aku berhasil masuk Universitas Hwang, sebuah universitas perikanan di kota Busan. Aku meninggalkan Sokcho kota kelahiranku. Dalam peraturan universitas setiap mahasiswa wajib tinggal dalam asrama yang telah disediakan oleh pihak universitas. Jurusan Pengolahan Hasil Perikanan yang aku pilih. Aku ingin membantu para nelayan di Sokcho berdasarkan pengalaman dari ayahku yang seorang nelayan.

Aku bertemu dengan Kim Jo En, ketika pertama kali aku memasuki halaman kampus saat itu acara pembekalan para mahasiswa baru. Ia sosok pemuda tampan, baik dan sangat menghargai wanita. Lambat laun aku menjadi dekat dengannya yang ternyata ia seorang asisten dosen.

Aku sering bertemu dengannya di laboratorium kampus setiap kali mata kuliah mikrobiologi, yaitu mata kuliah pengujian bakteri yang terdapat pada hasil laut. Aku sangat tertarik dengan pengujian bakteri Salmonella, di mana bakteri ini merupakan bakteri penyebab penyakit Typeus. Aku menjadi satu-satunya mahasiswa yang sangat tertarik dengan pengujian ini. Tidak dengan teman sekelasku Kim Sou Ra, Sungmin dan Jonathan.

Sebagai mahasiswa baru, kami tidak di perkenankan untuk memilih kamar sesuka hati, ada peraturan di mana setiap mahasiswa baru harus satu kamar dengan para senior. Aku satu kamar dengan kak Min Mi, Jung Min Mi tepatnya. Ia seorang gadis yang baik dan selalu membantu serta sangat perhatian padaku. Ia sudah ku anggap seperti kakakku sendiri. Dan ternyata ia sangat mengenal  Jo En. Kak Min Mi lah yang selalu men-support aku untuk tak menghiraukan teman-teman yang lain tentang hubungannku dengan Jo En. Jo En merupakan pemuda idaman para gadis di kampusku.

Entah mengapa kehadiran Jo En dalam hidupku membawa warna bagai pelangi, ia membuat hidup penuh dengan warna dan aku perlahan dapat melupakan Oppa, walau tak benar-benar melupakannya. Aku menjadi sangat dekat dengannya. Dan perlahan perasaan itu tumbuh dalam hatiku.

Jo En mengungkapkan perasaannya ketika Oppa tiba-tiba hadir di kampus dan secara tak terduga ia merupakan salah satu anggota tim penelitian bersamaku atas permintaan Profesor Ju Won. Aku di minta olehnya untuk masuk tim penelitiannya karena hasil tulisan tugasku yang ku berikan kepadanya. Aku sangat terkejut ketika profesor memperkenalkan aku dengannya. Kami seakan baru pertama kali bertemu.

Tak ada yang bisa aku lakukan, aku dan Oppa menjadi sangat asing. Dan ternyata Jo En mengenal Oppa. Dia di minta oleh universitas untuk membantu proyek penelitian Profesor Ju Won. Ia di undang dari Amerika karena menurut kabar yang ku dengar ia merupakan seorang mahasiswa berprestasi di sana. Dan ia ingin membantu kemajuan universitas Hwang.

Dua minggu aku bersama Oppa, Thomas, dan Rain. Dua mahasiswa tingkat enam yang masuk dalam tim penelitian Profesor Ju Won. Aku kembali ke kotaku Sokcho untuk mengadakan penelitian di sana. Karena kota itu merupakan daerah perikanan. Kedua orang tua ku sangat senang atas kehadiran kami. Tidak denganku, aku harus berusaha melupakan kenangan bersama Oppa karena saat ini aku telah memiliki Jo En. Sekeras apapun aku berusaha tetap tak bisa melupakannya. Jantungku tak pernah bisa berkompromi selalu berdetak kencang setiap kali menatap wajahnya.

Hingga akhirnya aku teringat sesuatu, aku menuju taman untuk membuka kotak kaleng bergembok yang dulu diberikan padaku, aku tak pernah melihatnya bahkan kunci yang Oppa berikan padaku, ku tanam bersama kotak itu. Aku terkejut ketika membuka kotak kaleng bergembok. Sepucuk surat ungkapan perasaan Oppa  kepadaku dan menyuruhku untuk menunggunya. Aku menangis, aku yang tak setia menunggu untuk dirinya.

            Penelitian telah selesai, aku pun telah mengikuti ujian semester genap dan mendapatkan nilai tertinggi di jurusanku. Aku, Jo En dan kak Min Mi, merayakan kelulusan Kak Min Mi. Di sebuah restoran dekat pantai Gwanglin kami bertemu, kak Min Mi telah duduk di sana menanti aku dan Jo En. Malam ini pun malam istimewah untuk kak Min Mi, ia ingin memperkenalkan kekasihnya yang sering ia ceritakan kepadaku, aku sangat penasaran karena aku mengikuti jalan cerita mereka. Setiap hari di asrama kak Min Mi selalu bercerita tentang laki-laki itu. Betapa aku terkejut, ternyata laki-laki itu Oppa. Aku, tak sepatah katapun yang dapat aku ucapkan. Bagaimana mungkin, benarkah kak Min Mi dan Oppa.

Aku tak sadarkan diri dan tiba-tiba sudah berada di rumah sakit. Jo En selalu setia menungguku di sana. Oppa menjengukku dan akhirnya ia menceritakan semua yang terjadi selama ini, bagaimana ia berusaha setiap tahun mencariku datang ke Sokcho namun tak pernah berhasil dan akhirnya ia bertemu dengan Kak Min Mi di dunia maya. Mereka menjadi sangat akrab, namun Oppa tak menyangka bahwa ternyata aku dan Kak Min Mi bersahabat.

“Jangan sakit lagi Yoon-a, kalau kau sakit aku pun sakit.” Suara Oppa bergetar.

            Aku mengantar Oppa dan Kak Min Mi kembali ke Amerika. Walau aku sangat terpukul atas kejadian malam kemarin namun aku harus tetap terlihat baik-baik saja. Aku mencintai Jo En dan tetap mencintai Oppa. Ketika berpamitan, aku memeluknya tak ku pedulikan yang lain. Aku tak ingin menyesal seumur hidupku.

            “Aku mencintaimu Oppa.” ku peluk Oppa dengan erat seakan aku tak ingin melepaskannya.  Aku dapat merasakan nafasnya yang menderu, lama kami berpelukan.

“Maafkan aku, Oppa!. Karena aku cinta kau dan dia. Aku tak bisa meninggalkannya.” Air mataku jatuh membasahi jaket kulitnya.

“Simpan kenangan kita, walau kita nggak berjodoh. Aku mencintaimu Yoon-a, sampai kapanpun.” Suara Oppa lembut di telingaku.

Cinta tak harus bersama, melihat orang yang kau cintai bahagia dengan yang lain bukankah itu cinta.
“Ketika kau sangat-sangat mencintai seseorang, ketika ada seseorang yang mencintainya, mengasihinya, maka kau akan benar-benar dari hati yang paling dalam mendoakan dia, bahagia selamanya” (Kang Dong Wuk)


[1] Panggilan kakak untuk anak perempuan kepada kakak laki-laki (Korea)

Yuk menulis, menginsipirasi.
Jangan pernah menunda sebuah impian.
Lakukan saja, jangan menunggu hasil.
Biarkan waktu yang akan menjawab semua kerja keras dan waktu yang telah membunuhmu untuk berkarya.

Salam Literasi.

Comments

  1. sakit bgt ih cintanya. Untungnya ada Jo en klo gak ya bakal lebih merana Kak :(

    ReplyDelete
  2. Hihi.. hooh yak.
    Tapi mau gimana.. aku loh ga suka cerita yg peran utamanya cinta mati sama cinta pertama jadi kayak mau protes nulis ending jangan gituh muluk ngapa hehe.. selalu deh harus jadian kwkwkw

    ReplyDelete
  3. Ternyata kalau Tuhan belum menakdirkan untuk bersama, tidak akan bersama.
    Geregetan kenapa ngga diungkapkan langsung saja jdnya kan miskom 🥵

    ReplyDelete

Post a Comment

Jangan lupa komentarnya Kakak. Terima kasih yang sudah memberikan komentar baiknya.

Post Populer

Review Novel Yang Tercinta

Review Novel Pudar

[Book Review] Patah Hati di Tanah Suci