Hati-Hati Makan di Pasar Tanah Abang

jajan di tanag abang, makan di pasar tanah abang, tanah abang jakarta

Hati-Hati Makan di Pasar Tanah Abang

 

Pasar Tanah Abang, siapa yang enggak tahu dan enggak ingin datang ke tempat ini. Salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta yang selalu jadi idaman dan idola warga Jakarta, Jabodetabek dan bahkan pengunjung dari luar daerah. Yakin semua warga di Indonesia tentunya paham benar dengan Pasar satu ini.

Setiap ada saudara yang berkunjung ke Jakarta, dari berbagai daerah pasti deh minta di anterin ke Pasar Tanah Abang, pernyataannya sama, mau cari baju murah dan bagus-bagus di sana. OK!

Ngomongin tentang pasar satu ini memang enggak ada ada habisnya, ribuan pengunjung setiap hari melakukan transaksi di Pasar ini, baik belanja secara kodian atau pun satuan. Tinggal pilih mau beli pakaian jenis apapun, bahan apapun ada di sana.

Tapi, kali ini saya enggak akan bahas perihal belanja yeh.. saya mau kasih informasi perihal isi perut alias cari makan di Pasar Tanah Abang. Sudah pasti dong, kalau berpergian jauh yang selalu di cari saat tiba di lokasi dan setelah belanja adalah tempat makan.

Yups!
Di dalam Comuterline berjubel para pengunjung menuju Pasar Tanang Abang, Sabtu pagi kala itu kebetulan ada keperluan tugas dari Ibu Negara (Mak saya) menukar pakain muslim yang kekecilan. Karena rute perjalanan pulang kerumah satu arah, mampir dululah ke Pasar ini.

Masih pagi, naik kereta penuh sesak berbarengan para karyawan dan ibu-ibu yang sudah pasti memiliki tujuan yang sama dengan saya, Pasar Tanah Abang. Wajah mengantuk terlihat dari semua penumpang Comuterline, mereka bukan warga Jakarta, ada dari Bekasi, Bogor dan sekitarnya. Pukul delapan tepat tiba di Stasiun Tanah Abang, itu berarti mereka dari rumah sekitar pukul setengah enam atau setelah Shubuh jalan.

pasar tananh abang, jajan di tanah abang, makan di pasar tanah abang
Penampakan Stasiun Tanah Abang di Pagi Hari

 
Pasar tanah abang, belanja ke pasar tanah abang, explore tanah abang. tanah abang hits, jakarta tanah abang, bus transjakarta explore tana abang
Ramai Penjual Kaki Lima

Nah saya mengikuti arus, berjalan menuju ke jembatan penyebrangan yang baru, dari Stasiun langsung ke luar sudah banyak pedagang kaki lima menjual berbagai macam produk. Karena tujuan saya ke Blok B, maka saya harus turun untuk naik Bus Transjakarta Explore Tanah Abang. Tiba dibawah jembatan penyebrangan ternyata penumpangnya penuh, karena saya belum sarapan, akhirnya memutuskan untuk makan dulu. 

Tepat di halte Transjakarta ada Warung Nasi Soto, menunya macam-macam Soto Daging, Soto Ayam, Soto Babat, Soto Kikil dengan pilihan kuah bersantan atau bening. Pengunjungnya full banget, tau dong kalau Warung dengan pengunjung yang ramai, pasti enak dan harga pasti terjangkau.

Tanap pikir panjang saya masuk duduk lalu memesan satu porsi Soto Daging Kuah Bening Plus Nasi. Ini pertama kalinya saya makan di sini. Tanpa curiga dan merasa nyaman karena semua pengunjung ibu-ibu yang kelihatannya sama seperti saya sudah lapar sekali, tepat pukul setengah sembilan.

Enggak pakai lama hidangan pun datang, rasa lumayan enak, porsi cukup. Setelah menghabiskan makan, saya langsung bayar.

"Berapa Bang?"

"Sama apa aja Neng?"

"Nasi Soto Daging sama Air Mineral satu"

"Tiga puluh lima ribu"

BENGONG.

Yakin, saya langsung bengong enggak percaya, ini di warung loh bukan  restauran di  Mall.
Seketika itu juga para ibu-ibu nengok ke saya bersamaan dengan wajah panik. Karena mereka enggak hanya sendiri, ada dengan tiga orang anaknya, dengan dua orang anak, dan dengan rombongan teman-temannya.

Saya hanya bisa tersenyum sambil mengeluarkan uang seratus ribuan.
Oh.. ini harganya bisa dapat dua jilbab.

Nah next untuk teman-terman yang akan ke Pasar Tanah Abang pagi buta, lebih baik bawa cemilan atau sarapan di rumah. Saya biasa makan siang di Blok B lantai 6, banyak tersedia tempat makan dengan menu apa saja ada dan harga enggak segituhnya juga. Hanya saja jam buka di atas pukul sebelas siang.

Dulu sebelum adanya jembatan penyebarangan stasiun, keluar dari stasiun nyebrang ada tukang bubur ayam dengan harga seporsi sepuluh ribu, akan tetapi entah kemana itu si Bapak pindah, dan saya tanya ke beberapa penjual di toko kanan kiri enggak ada yang tahu.

Hati-hati yah teman ketika belanja ke Tanah Abang untuk sekedar makan, pastikan tanyakan terlebih dahulu harga seporsinya sebelum kita makan.



Wasalam,

~Dha



 

Comments

  1. Belajar dari pengalaman, saya kalau mau makan di luar tuh selalu tanya harga dulu.
    Abis kadang pedagang asal tembak harga. Mau batal ya gimana, udah dimakan ini... Wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Mba Azzura. iya biasanya saya jg gituh tp kmarin entahlah.. hehe

      Delete

Post a Comment

Jangan lupa komentarnya Kakak. Terima kasih yang sudah memberikan komentar baiknya.

Post Populer

Review Novel Yang Tercinta

Review Novel Pudar

[Book Review] Patah Hati di Tanah Suci