Asyiknya Belajar Sastra Bersama Keluarga Tjinta.

Sebenarnya sudah lama saya ingin sekali menulis cerita ini, kisah tentang keluarga yang baru saya kenal namun serasa sudah lama sekali kami berkenalan.

Berawal dari seringnya saya bercerita dengan seorang teman di Facebook, sebut saja Mba Dhani. Yakin, tidak pernah saya jumpai seseorang yang bisa memberikan informasi tentang buku apapun sedetail beliau.

Jadi, pertama kali saya mengenalnya dan berdiskusi tentang buku membuat saya bergairah. Dengan detail dan berapi-api Mba ku satu ini T.O.P deh pokoknya.

Jadilah.. berkisah tentang salah satu buku racikan Abah Sena (Begitu kami memanggilnya di Keluarga Tjinta) a.k.a Tasaro G.K, buku Muhammad.

Yakin! hai girls kalian pasti kenalkan penulis satu ntuh yang fenomenal dengan bukunya tentang tauladan kita, Sang Rasul.

Mba Dhani dan saya setiap bertemu diwaktu-waktu tertentu selalu saja membahas tentang buku, selalu. Hingga pada sore itu di Sabtu yang cerah kami bertemu kembali di Perpunas, kebetulan ada event disana saat itu.

Sambil duduk didepan pelataran gedung, seakan menikmati kecerahan hari sabtu, kami terlarut membincang tengan Muhammad. Bagaimana buku itu selalu membuat kita tercengang dan selalu ingin membacanya berulang-ulang. Seakan kita lebih dekat mengenal Sang Rasul. Lalu berceritalah Mba Dhani perihal Keluarga Tjinta, yang sebentar lagi akan mengadakan acara Olipiade Tjinta untuk penggemar buku Muhammad. Menceritakan detail tentang asal muasal Keluarga Tjinta, bagaimana energi pembaca bersatu karena buku tersebut dan tak akan pernah ada habisnya membahas perihal Muhammad. Lantas, saya pun pada akhirnya tertarik untuk ikut bergabung bersama Keluarga Tjinta.

=======

Singkat cerita..

Saya pun sudah berada di dalam kereta jurusan Bandung Kamis Malam, sendiri. Yang pada akhirnya mendapatkan tiket kereta tambahan pukul 11 malam. Ini pertama kalinya saya ke Bandung dengan kereta api dan sendirian.



Sebelum keberangkatan, Mba Dhani menginformasikan bahwa Keluarga Tjinta Jakarta berangkat pukul delapan malam. Jadi saya sendirian, saya pun berkelih, berani enggak yah. Mba Dhani, balas chat saya.. aduh Dek, ke Bangkok aja berani masak ke Bandung sendirian enggak berani 😊😊

OK Fixed. Akhirnya saya sudah

berada dalam perjalanan ke Bandung . Tiba di Stasiun Bandung tepat pukul tiga pagi lewat lima belas menit. Chat-ingan dengan Mba Lena salah satu panitia dan baik banged orangnya, benar-benar seperti sudah mengenal lama.

Gerimis pagi kala itu bersamaan suara Adzan berkumandang. Tak lama berjubal penumpang kereta entah dari mana asalnya memenuhi Mushola, sesak. Setelah saya sholat Shubuh, tak lama ada chat dari Mba Lena bahwa seorang keluarga akan menjemput saya, terharu. Tak lama kemudian bersua-lah saya dengan Mas Jimmi dan melanjutkan penjputa berikutnya ke Stasiun lainnya. Dalam perjalanan saya sempat mengobrol, ternyata Mas Jimmi berasal dari Jombang, tanah kelahiran Ibu saya dan saya sempat bersekolah disana.

Tak lama saya bertemu dengan beberapa Keluarga lainnya dari Sidoarjo ada Mba Devi dan keluarganya, Rahmi dan Eva. Kami saling berkenalan satu sama lain dan menjadi akrab sepanjang perjalanan menuju rumah Mba Lena.

====

Sesampainya di rumah Mba Lena, beberapa keluarga sudah menunggu disana, saya pun akhirnya bertemu dengan Mba Lena, yang selama ini selalu chat membantu saya bertanya tentang banyak hal perihal transportasi ke Bandung hehehe.. Maacih ya Teh Lena 😊

Asyiknya bertemu dengan beberapa keluarga dari berbagai daerah, kami saling berkenalan dan bercerita seru, menikmati teh hangat dan cemilan yang dibawa oleh keluarga, ada yang dari Yogyakarta, Surabaya, Magelang, Jakarta dan tentunya Bandung sebagai tuan rumah untuk tahun ini (2017). Seru banged, saya seperti sudah lama mengenal keluarga ini, baik pisan semuanya, penuh dengan canda dan tawa.

Bersih-Bersih.. Mandi antrian.. sarapan dan cusss..

Perjalanan Di Mulai 😉😊

1. Kota Bandung.

Yup, dengan Bus yang sudah siap menjemput, berangkatlah kita ke salah satu lokasi sesuai dengan jadwal acara. Sampai disalah satu Masjid saya lupa namanya, menunggu Sholat Jumat setelah itu kami makan siang, kita sempat mengabadikan moment loh 😊





Dan setelahnya berkeliling kota Bandung dengan mengendarai Bandung Tour on Bus.











Sepanjang perjalanan Guide Tour-nya bener-bener diacungin jempol deh bikin kita para penumpang enggak bete selama perjalanan. Keliling sepanjang Jalan Asia Afrika ditemani si Teteh yang luwes dan lucu membuat kami para penumpang jadi merasa senang dan asyik menikmati perjalanan hampir kurang lebih tiga puluh menit.













Setelah asyik berkeliling kita kembali ke Masjid untuk Sholat Ashar dan melanjutkan acara berikutnya.

2. Alun-Alun Kota Bandung.

Di sini kita belajar tentang bagaimana proses naskah mulai dari diterima oleh Penerbit, editing, sampai pemasaran. Salah seorang perwakilan dari Penerbit Mizan memberikan beberapa informasi dan penjelasan serta tips bagaimana naskah bisa sampai tembus ke penerbit. Kita semua serius mendengarkan dan ditutup dengan sesi tanya jawab di akhir acara.

Setelah acara kita sholat berjamaa di Masjid Raya Bandung, makan malam lalu lanjut perjalanan ke Sukabumi.





















3. Bukit Geulis

Tiba di tempat ini sudah larut malam, hawanya terasa dingin. Pas sampai di penginapan memandang keluar dari jendela hanya lampu-lampu rumah penduduk yang terlihat.

Merebahkan tubuh sejenak lalu kita bergantian mandi, sholat Isya lalu makan malam setelahnya Acara Bedah Buku-nya Teh Irma, (saat itu Bulan November 2017 belum launching).

Ini bedah buku terharu yang pernah saya hadiri, mendengar kisahnya dan menonton video tentang "De Gia" membuat semua menangis malam itu.

====

Sabtu Pagi.

Setelah malam hari menangis dan mata bengkak, pagi hari kita disuguhin dengan pemandangan yang aduhai indahnya, Masyallah...









Sayangkan kalau enggak diabadikan 😊😀

Nah setelah sarapan kita lanjut ke acara berikutnya (Full Day)...

Kita dibagi dalam beberapa kelompok dan sebelum perjalanan ada game dulu dari si Abah, yakin seh bikin seru dan tertawa lepas. Yang menang Game bisa jalan duluan. Saya dan tim kebetulan dapat urutan nomor 3 😉😊

Game-nya seru dan banyak ilmu.



INTELEK TEAM 😉😊

Jadi dalam perjalanan kita diwajibkan melapor ke setiap pos yang kita jumpai. Tiap-tiap pos ada mentor yang akan berbagi ilmu kepada kita tapi dengan syarat untuk menemui mereka harus melalui satu game yang kita pilih. Hmmmm... ini membutuhkan kekompakan tim loh girls.



Sempet frustasi enggak berhasil akhinya kita ganti permainan hihi.

Comments

Post Populer

Review Novel Yang Tercinta

Review Novel Pudar

[Book Review] Patah Hati di Tanah Suci