Kantor Baru, Masalah Baru.

Siapa seh yang enggak pengen dapat kerjaan baru, kantor baru plus gaji baru. Alih-alih demi kehidupan yang lebih baik, semua orang pastinya ingin pindah kantor.

Sudah sering kali saya mendapat keluhan dari teman-teman dekat perihal, "Jenuh" sudah terlalu "Jenuh" dengan pekerjaan dikantor terutama "masalahnya".

"Kesel gue!"

"Capek gue!"

"Bete tauk!"

"Nyebelin banged!"

"Kampret doang!"

"Sialan!"

"Fuck it banged deh!"

dan masih banyak lagi umpatan lainnya ketika seseorang mengungkapkan kekesalan terhadap masalah yang tengah dihadapinya "di kantor".

Yang pasti kita semua pernah merasakan kesal dengan suasana kantor yang tanpa sengaja membuat emosi meninggi. Entah kesal dengan  teman kerja, rekan kerja, atasan atau OB serta diri sendiri sekalipun.

Wajar seh mengumpat, meluapkan emosi yang terpendam tak bisa diutarakan. Saya sendiri selalu mengeluarkan apa yang ada dipikiran saya dengan cara bercerita ke teman dekat. Meski mereka akhirnya tidak pernah memberikan solusi tapi setidaknya mengeluarkan uneg-uneg dan energi negatif, setelahnya udahan.

Suasana kantor memang menjadi faktor utama dalam tingkat "kebetahan" seseorang untuk bertahan. Sebanyak apapun berkas dimeja, segila apapun pekerjaan kalau suasana kantor menyenangkan yang pasti, semuanya enggak akan pernah terasa berat. Pun demikian dengan rekan kerja.

"Jenuh gue. Case-nya banyak banged, kapan kelarnya".

😊😊😊😊😊😊😊😊😊

Pindah kantor?

Cari suasana baru?

Teman baru?

Bos baru?

Yakin!, dijamin enggak ada masalah?.

Sebagai karyawan yang merasa profesional, saya rasa bukanlah solusi terbaik ketika kita tengah menghadapi suatu masalah di kantor dengan berusaha mencari pekerjaan baru.

Masalah bukan untuk dihindari, tapi dihadapi dan berusaha berteman dengannya.

Yakin deh, ninggalin masalah di kantor lama, nanti di kantor baru bakalan enggak ada masalah. Situ yakin?

Ketika kita tengah berada pada posisi yang menjenuhkan di kantor, merasa sudah tidak nyaman lagi, bosan, ogah masuk kantor, males malesan kerja, bete, nyebelin, semuanya berantakan. Akhirnya tak ada satupun pekerjaan yang dapat terselesaikan

Jalan terbaik adalah dengan mengajukan cuti untuk liburan, kalau pun enggak dapat ijin, bolos adalah jalan terbaik 😁😂

Terkadang otak kita butuh sesuatu yang baru, bisa jadi dengan liburan suasana hati berubah, pikiran lebih terbuka.

Yang kedua, bisa jadi nonton film, full seharian. Atau maen game seharian, melampiaskan semua energi negatif.

Lakukan hal-hal yang menurut kalian menyenangkan. Kalaupun semua sudah dilakukan tapi tetap jenuh. Berarti memang sudah waktunya untuk berkemas, cari tempat baru 😂😁😀.
Tapi ingat...

Profesional dibentuk dari sebuah masalah besar dan keadaan yang tidak memungkinkan. Bukan karena ingin terhindar dari sebuah masalah.

Terakhir..

Bicara dengan dirimu sendiri, apakah kamu sudah benar-benar maksimal dalam bekerja dan memberikan yang terbaik untuk pekerjaanmu. Jika belum.. kamu sendiri yang tahu jawabannya.
======

Salam.

Kimidha2528.



No comments

Jangan lupa komentarnya Kakak. Terima kasih sudah memberikan komentar baiknya.