Surat cinta untuk Boma..

Tahun 1999 awal kami dipertemukan. Sebut saja Boma, yah mirip nama salah satu tokoh kartun bukan. *Hup!*
Dialah sahabatku, teman sejatiku Lina tepatnya Marlina.

Dulu berbadan gemuk dan sering sekali tiba-tiba jatuh gak ada angin gak ada hujan. Tapi sekarang dia cantim loh, dari dulu emang cantik maksudnya gak gemuk lagi. *Sorry!*

Kami berenam kala itu, enam sahabat dengan nama *Gembel Shelon* dan yang kini tersisa hanya aku dan lina. Bukan, bukan karena kami bubaran karena masalah tapi lebih tepatnya mereka berempat sudah ikut suami masinga-masing dan bertebaran di luar kota. *Miss their so much*
Yuli, Nonon, Nopay, and Bonay.

Satu cita seribu duka..
Yah itulah gambaran persahabatan kami berdua. Aku dan Lina memang beda dengan ke empat sahabatku yang lainnya. Ketika semua sibuk mencari jodoh kita berdua justru sibuk mencari tempat kuliah *Hahahaaa* makanya telat ya Jeeenngg.

Enggak ada yang mustahil di dunia ini.
Aku dan Lina akhirnya ambil kursus karena kepentok biaya mau kuliah enggak bisa. Setelah tamat SMA kita bekerja di perusahaan perikanan sambil kursus. Aku ambil komputer,Lina ambil Bahasa Inggris. Alih-alih semangat hanya bertahan enam bulan dan sesudahnya angkat tangan, capek kerja. *End*

Impian tinggal Impian..
Kita berdua akhirnya pasrah, kuliah gak dapat jodoh pun lewat. *Iihh sedih deh* Karena akhirnya satu persatu sahabat kami menikah dan lagi -lagi kita berdua jadi panitia super sibuk.

Tinggal aku dan Lina..
Setelah beberapa tahun kerja, Lina pindah perusahaan dan aku tetap di perusahaan yang lama. Niat kuliah masih mendarah di dadaku. Hingga akhirnya aku mendapatkan tempat kuliah minggu. Masuklah aku sebagai mahasiswa meski dengan rentang waktu yang lama setelah jeda lulus sekolah menengah tingkat atas.
Tapi bagiku, gak ada kata terlambat.

Lina semangat menemaniku hunting buku, ngerjain tugas dan selalu support yang gak ada habisnya. Tapi aku gak mau dia hanya jadi tukang support aja. Aku kasih semangat biar dia bisa kuliah ditempat yang sama denganku. Dan dengan penuh keyakinan layaknya motivator seulung Bapak Mario Teguh. Akhirnya setahun aku kuliah Lina ikutan daftar dengan bekal Bismillah. Haru dan senang kami bisa bersama meniti cita-cita kami yang tertunda tentunya. Meski berseok-seok menempuh kuliah karena terbentur biaya tapi kami tetap semangat saling support.

Finally..
Aku lulus lebih dulu dan setahun kemudian Lina pun akhirny lulus meski nilai kami tergolong biasa saja. Satu hal yang kami banggakan. Aku dan Lina benar-benar saling membantu meski hanya semangat.
Dan mimpi itu pun jadi nyata.
Menjadi Sarjana bersama-sama.

Thanks so much Lina sudah menjadi sahabatku. Baik senang dan duka. Menerima aku dengan segala kekurangan, bahkan sering mengecewakan. Aku tahu, dia sering kali jengkel dengan ulahku dan perbuatanku tapi dia tetap di sisiku. Memarahiku jika aku salah, menegurku berkali-kali jika aku melakukan hal yang menurutnya *enggak banged*.
Dan setia menerimaku meski sering kali aku acuhkan, aku lebih menikmati waktu dengan teman yang lainnya. Tapi Lina tetap saja ada kapanpun aku membutuhkannya.
Jangan lelah yah Boma untuk selalu menjagaku.
Dia orang pertama yang marah dan mengingatkan aku. Kadang dari ekpresi wajahnya aku tahu dia bete setiap aku cerita satu hal yang menurut dia gak dan dia tetap saja sabar mendengarkan meski aku sendiri tahu dia bete, tapi aku gak peduli. *Sorry ya Lince*

Aku bukan manusia sempurna, tapi aku berusaha menjadi baik untuk pertemanan kita.
Satu-satunya teman yang selalu bisa aku andalkan dan selalu mau mendengarkan bahkan kalau dia bete dia akan ngomong dan bilang ke aku " Jangan gini, Jangan gitu, ini gak baik Itu begini Nya"
Itulah Lina..

Kesalahan terbesarku padanya, pernah sempat aku tak benar-benar menyadarinya bahwa dialah teman terbaikku selama inj. Dia yang selalu ada untuk aku. Menerimaku dengan lapang dada dan penuh maaf tak kala aku sering membuatnya kesal dan menyakitinya. Dia selalu bilang ke aku, "Enggak ada orang yang gak baik Nya, semua baik kalau lo bisa nerima siapapun itu dengan ikhlas. Lo itu baik cuma suka khilaf dan kadang suka kebablasan."
*Ah Lina*
Makasih atas semuanya..
Semoga Allah menjaga persahabatan kita, Amin.

Love U So Much..

Tidak ada komentar

Berkomentarlah dengan kalimat yang baik dan sopan.