Tentang Formaline

Pengumuman dari Badan Pengawasan Obat dan makanan (BPOM) pada akhir tahun 2005  
    tentang hasil penelitian atas berbagai sampel makanan sehari – hari di jakarta, dimana 
    57 % sampel makanan yang diperiksa mengandung formalin, diantaranya makanan
    favorit seperti mie basah, ikan asin, baso dan tahu.


Laporan BPOM juga menunjukan bahwa dari 29 sample mie basah yang dijual 

   dipasar dan supermarket di jawa barat, ditemukan 2 sampel (6,9%) mengandung borak,

   1 sampel (3,45) mengandung formalin, sedangkan 22 sampel (75,8%) mengandung 

    Formalin dan boraks. Hanya empat sample yang dinyatakan aman dari formalin dan boraks.






 Produsen dari makanan tersebut menyatakan bahwa dengan penggunaan formalin, 

   membuat produk menjadi lebih awet hingga 4 hari, selain itu dengan penambahan borak 

   membuat tampilan atau tekstur mie menjadi lebih baik.



Formalin merupakan nama dagang dari larutan formaldehyde dalam air yang biasanya mengandung 10 – 15% methanol untuk mencegah polimerisasi.



Formalin adalah zat kimia yang tidak berwarna dan mempunyai bau yang tajam


 Manfaat Formaline:

  1. Bahan atau cairan pembalsaman mayat
  2. Obat antiparasit dan bakteri yang yang menempel pada ikan hias
  3. Desinfektan yang efektif, sehingga umum digunakan oleh Rumah Sakit dan peternakan-peternakan
  4. Bahan pembuatan sutra buatan, zat pewarna, cermin kaca dan bahan peledak.
  5. Bahan baku pembuatan pupuk urea dan parfum
  6. Bahan pengawet pada produk kosmetika 
  7. Pencegah korosi untuk sumur minyak
  8. Bahan untuk insulasi busa
  9. Bahan baku perekat/lem pada kayu lapis (plywood)
  10. dll

Bahaya Formaline:

Formalin mengandung bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan
    manusia, jika kandungan dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia 
    dengan hampir semua zat didalam sel dan menyebabkan kematian sel
    yang menyebabkan keracunan pada tubuh

Formalin dengan kandungan tinggi didalam tubuh juga menyebahkan 
    iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik dan bersifat mutagen,   
    muntah - muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah dan 
    pada akhirnya akan menyebabkan kematian disebabkan kegagalan  
    dalam peredaran darah

Formalin dalam bentuk gas, tidak berwarna, berbau tajam sehingga  
    menyesakkan, dan pada akhirnya merangsang mata, tenggorokan dan  
    mata.


Mendeteksi  Formaline:

  1. Tahu yang biasanya berbentuk bagus, kenyal, tidak mudah hancur, awet hingga lebih dari 3 hari, bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es, bau menyengat khas formalin.
  2. Mie Basah biasanya lebih awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celscius), bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celscius), bau menyengat, kenyal, tidak lengket dan agak mengkilap.
  3. Ayam Potong yang berwarna putih bersih, awet dan tidak mudah busuk
  4. Ikan Basah yang tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, insang  berwarna merah tua dan tidak cemerlang, bau menyengat khas formalin.
  5. Baso yang tidak rusak sampai 5 hari pada suhu kamar, dan memiliki tekstur yang sangat kenyal
  6. Ikan Asin yang tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar, warna ikan asin bersih dan cerah, namun tidak berbau khas ikan asin.
Semoga info ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua, Waspadai makananan yang anda makan. 



   

Komentar

Post Populer

Review Novel Yang Tercinta

Review Novel Pudar

Nonton Film, Antara Hobby dan Kebahagiaan.